Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Gerindra: Melalui KTT G20, Indonesia Diharapkan Mampu Ciptakan Perdamaian Dunia

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Selasa, 15 November 2022, 14:45 WIB
Gerindra: Melalui KTT G20, Indonesia Diharapkan Mampu Ciptakan Perdamaian Dunia
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani/Net
Terselenggaranya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 merupakan kebanggaan atas keberhasilan diplomasi internasional pemerintah Indonesia dengan negara-negara perekonomian terbesar di dunia.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani pun mengapresiasiPresiden Joko Widodo karena telah berhasil meyakinkan kepala negara negara-negara G20 untuk hadir dalamacara yang digelar di Nusa Dua, Bali.

Diharapkan, kata dia, perhelatan penting ini mampu menjadikan Indonesia sebagai negara yang terus mendengungkan persatuan dan perdamaian dunia.

"Partai Gerindra mengapresiasi Presiden Jokowi dan berharap perhelatan G20 presidensi Indonesia di Bali bisa menciptakan perdamaian dunia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Muzani dalam keterangannya, Selasa (15/11).

Menurutnya, G20 adalah pertemuan penting antara negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Hampir 60 persen perekonomian dunia saat ini ditopang oleh negara-negara yang tergabung dalam G20.

Partai Gerindra juga berharap kehadiran Presiden AS Joe Biden dengan Presiden China Xi Jinping menjadi stimulus agar negara-negara di dunia lebih mengutamakan perdamaian dan menghindari konflik.

"Pertemuan Presiden Amerika Joe Biden dengan Presiden Cina Xi Jinping adalah bentuk nyata bagi partisipasi Indonesia dalam upaya menciptakan dunia yang damai, aman, dan tertib," katanya.

Dalam forum G20 ini Indonesia, sambung Wakil Ketua MPR RI ini, diharapkan mampu kembali menggaungkan politik bebas aktif. Hal ini penting sebagai upaya meredam konflik antara Ukraina dan Rusia yang membawa malapetaka terhadap krisis pembangunan, perekonomian, bahkan ancaman perang dunia ketiga.

"Semangat politik bebas aktif yang digelorakan negara-negara non blok pada saat itu harus kembali digelorakan. Sebagaimana semangat Bung Karno dalam pidatonya saat Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang menekankan perlunya politik dunia yang multipolar," tandasnya.

ARTIKEL LAINNYA