Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Soroti Sistem Pembayaran Lintas Negara Pakai QRIS, Anthony Budiawan: Bukan Berarti Bisa Belanja Pakai Rupiah!

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Rabu, 16 November 2022, 12:15 WIB
Soroti Sistem Pembayaran Lintas Negara Pakai QRIS, Anthony Budiawan: Bukan Berarti Bisa Belanja Pakai Rupiah!
Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan/Net
Kerjasama yang dibangun Bank Indonesia dengan 4 negara tetangga ASEAN terkait sistem pembayaran lintas negara melalui QRIS atau BI Fast hanya mempermudah transaksi. Namun bukan berarti mata uang rupiah bisa digunakan untuk berbelanja di luar negeri.

Begitu disampaikan Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menanggapi kabar penandatangan dokumen kerjasama (MoU) Bank Indonesia dengan bank sentral Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dia melihat, informasi yang beredar terkait kerjasama sistem pembayaran lintas negara ini tidak tepat. Karena yang disampaikan seolah-olah sistem QRIS atau BI Fast membuat mata uang rupiah bisa dipakai untuk transaksi di 4 negara yang sepakat bekerjasama.

"Kerjasama sistem pembayaran lintas negara bukan berarti bisa belanja pakai rupiah di luar negeri. Yang benar, belanja di luar negeri tetap bayar pakai uang lokal (di negara-negara yang bekerjasama)," jelas Anthony melalui akun Twitternya yang dikutip Redaksi, Rabu (16/11).

Dia menegaskan, kerjasama sistem pembayaran lintas negara melalui QRIS atau BI Fast yang dibangun lima negara itu hanya memungkinkan implementasi transfer uang antarnegara secara instan. Tapi tetap dikonversi ke nilai mata uang di negara tempat transaksi berlangsung.

"Sehingga transaksi di tingkat toko bisa dilaksanakan tanpa uang tunai," sambungnya menegaskan.

Oleh karena itu, pada dasarnya Anthony menilai sistem pembayaran QRIS atau Bi Fast yang nantinya bisa dilakukan masyarakat Indonesia di Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand, hanya mempermudah transaksi. Tak lebih.

"Pembayaran tetap dilakukan dengan mata uang lokal. Bayar pakai tunai rupiah akan ditolak," demikian Anthony.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA