Children in the DPR Korea
Children in the DPR Korea
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Jelang Nataru, Menko Airlangga Pantau Harga dan Pasokan Pangan Pokok di Kalimantan Barat

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Jumat, 25 November 2022, 13:56 WIB
Jelang Nataru, Menko Airlangga Pantau Harga dan Pasokan Pangan Pokok di Kalimantan Barat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau Pasar Flamboyan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat/Ist
Pemerintah terus memantau pasar untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan pokok dalam upaya mengantisipasi lonjakan permintaan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Salah satu upaya tersebut, dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, diwujudkan dengan melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan harga dan pasokan komoditas pangan pokok, termasuk di pasar-pasar tradisional.

Pesan itu, dikatakan Airlangga Hartarto saat melakukan pemantauan tingkat harga dan ketersediaan pasokan sejumlah komoditas pangan pokok di Pasar Flamboyan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (25/11).  

“Tujuan kunjungan ke pasar ini karena kita akan mengadakan rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Tim Pengendali Inflasi Daerah terutama untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujar Airlangga.
 
Pada kunjungannya itu, Airlangga juga melakukan dialog bersama sejumlah pedagang guna mengetahui seputar harga dan pasokan komoditas yang dimiliki. Terungkap dalam dialog tersebut, harga sejumlah komoditas mulai dari bawang merah, bawang putih, beras, minyak goreng, dan ayam hingga telur di Pasar Flamboyan masih cukup stabil.

Selain itu, menurut penuturan sejumlah pedagang yang disampaikan kepada Airlangga, pasokan komoditas tersebut juga dinilai masih mencukupi hingga saat ini.

“Tentu kita melihat bahwa Kalbar relatif baik inflasinya meskipun sedikit di atas nasional. Kalbar ini kira-kira 6 persen, jadi kita berharap nanti bisa terus diturunkan dengan ketersediaan pasokan yang aman dan harga yang terjangkau,” terangnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Golkar itu, juga menyaksikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis sebesar Rp 1,18 triliun kepada lima orang debitur yang merupakan pedagang di Pasar Flamboyan.

KUR yang disalurkan tersebut merupakan skema KUR Mikro dan KUR Kecil dengan besaran penyaluran mulai dari Rp 40 juta hingga Rp 400 juta untuk masing-masing debitur.

Penyerahan KUR tersebut dilakukan oleh penyalur dari Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Indonesia, serta Bank Kalimantan Barat.

ARTIKEL LAINNYA