Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Kode dari Jokowi, GP Mania: Belum Tentu Juga untuk Mas Ganjar, Kita Nggak Mau Geer

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 28 November 2022, 00:53 WIB
Kode dari Jokowi, GP Mania: Belum Tentu Juga untuk Mas Ganjar, Kita Nggak Mau Geer
Ketua Umum Ganjar Pranowo Mania (GP Mania), Immanuel Ebenezer/Net
Ketua Umum Ganjar Pranowo Mania (GP Mania), Immanuel Ebenezer alias Noel tidak mau gede rasa atau geer, soal pernyataan Presiden Joko Widodo pemimpin yang memikirkan rakyat adalah yang rambutnya putih dan wajah keriput dimaksudkan ke Ganjar Pranowo.

"Kriteria yang disampaikan pidato kemarin kan sebetulnya ya kalau menurut pandangan saya sebagai pendukung Ganjar, ya belum tentu juga mas Ganjar sih, kita sih tidak mau terlalu geer," kata Noel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/11).

Karena menurut Noel, meskipun Ganjar memiliki rambut berwarna putih semua, akan tetapi wajah Ganjar tidak keriput, melainkan wajahnya kinclong.

"Lantas soal uban, kriteria orang yang pemimpin kerja, ya yang kerja-kerja itu Menteri PUPR kali, walaupun saya bukan pendukung Menteri PUPR. Bisa juga Pak Prabowo, atau Bu Mega. Dua pemimpin ini kan disemir rambutnya. Jadi, kita tidak mau terlalu geer lah ya apa yang disampaikan presiden. Walaupun sebetulnya ya mungkin itu arahnya ke Mas Ganjar kali ya, tapi ya saya tidak mau geer," kata Noel.

Noel pun menilai, pernyataan Jokowi di hadapan pendukungnya di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Sabtu (26/11) merupakan sebuah kritik.

"Presiden itu mengkritik sebetulnya. Jangan mau yang enak-enak duduk-duduk di Istana, istana itu kan simbol kemewahan, simbol keenakan, bisa aja orang biasa duduk di kantor kaya gitu loh bahasanya. Kalau saya selalu menganalogikan pada konteks pesan Jawa ya, orang Jawa itu kan belum tentu misalnya A, apa yang dimaksud A, bisa jadi B. Biasa presiden hal-hal seperti itu sering," jelas Noel.

Bahkan, pernyataan Jokowi itu pun bisa menjadi pesan dari Jokowi kepada orang-orang yang mau bekerja 2024 nanti. Yakni, agar betul-betul bekerja untuk rakyat.

"Itu kan simbol bahasa Jokowi itu, jangan duduk di istana enak-enakan, berarti lu jangan enak-enakan aja, lu bekerja untuk rakyat dong, gue udah bekerja nih, tinggal kalian lanjutkan aja apa yang sudah saya lakukan, gitu," pungkas Noel.
EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA