Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Strategi Partai Inklusif Jadi Faktor Pendongkrak Elektabilitas PAN

LAPORAN: AGUS DWI
  • Kamis, 01 Desember 2022, 12:39 WIB
Strategi Partai Inklusif Jadi Faktor Pendongkrak Elektabilitas PAN
Pertemuan tiga Ketua Umum KIB di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11)/Net
Tren naiknya elektabilitas parpol, khususnya Partai Amanat Nasional (PAN) dalam beberapa waktu belakangan ini yang terekam dalam 4 kali hasil lembaga survei Charta Politika, disambut gembira kader di daerah. Salah satunya Ketua DPD PAN Kababupaten Cirebon, Heru Subagia.

Heru mengatakan, biasanya PAN berada di bawah 2 persen dan elektabilitas dalam setiap pemilu sangat tergantung oleh profil para Calon Legislatif (Caleg). Namun berdasarkan rilis dari lembaga survei politik Charta Politika pada Selasa (29/11) , PAN jadi partai sudah mengantongi modal awal 4 persen elektabilitasnya. Dalam survei tersebut yang dipilih adalah pilihan partai.

"Target PAN pada Pemilu 2024 di atas dua digit atau masuk dalam lima parpol terbesar dalam perolehan suara tertinggi," kata Heru, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Kamis(1/12).

Heru mengatakan, optimisme itu terlihat ketika Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, bersama Ketum Partai yang tergabung di KIB melakukan pertemuan khusus di Jakarta pada Rabu (30/11). Ketum PAN dan sesama elite KIB sangat optimis dapat memenangkan Pemilu 2024.

"Kenaikan ektabilitas yang terus naik disebabkan berbagai faktor internal dan eksternal pendukung, dari beberapa analisa faktur kenaikan elektabilitas PAN, yaitu adanya perubahan ideologi PAN menuju Partai Inklusif (terbuka), sehingga dengan platform politik nasionalis-religius menyebabkan PAN diterima oleh masyarakat luas," ujarnya.

Faktor utama naiknya elektabilitas PAN juga dipengaruhi setelah memutuskan untuk bergabung dalam gerbong partai koalisi pemerintah. Mendapatkan jatah satu menteri dalam kabinet Jokowi.

Hal tersebut merupakan keuntungan bagi PAN karena diberikan panggung politik nasional secara leluasa, tidak terjadi benturan politik bagi rezim yang didukung, karena PAN tegak lurus mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi.

"Pos Kementerian Perdagangan yang sangat strategis dan didukung sosok Menteri yang sering blusukan, berdampak positif pada elektoral partai naik secara signifikan, seiring dengan padatnya kunjungan dan mobilitas Menteri Perdagangan yang sekaligus menjabat sebagai Ketum PAN," urainya.

Heru mengakui kebebasan mewacanakan nama capres yang dilakukan oleh kader atau simpatisan menjadi sumber informasi positif untuk PAN sebagai partai berbudaya dan menghargai sebuah perbedaan. Kebijakan tersebut tidak terjadi di partai lain seperti di PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, dan lainnya.

"Dinamikanya pencapresan internal PAN yang berani membuka wacana capres-capres potensial seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dinilai positif oleh masyarakat," demikian Heru. 
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA