Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Serahkan DIPA Rp 2,99 Triliun untuk Kemendes PDTT, Jokowi Titip Pesan Soal Ancaman Inflasi

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 01 Desember 2022, 21:09 WIB
Serahkan DIPA Rp 2,99 Triliun untuk Kemendes PDTT, Jokowi Titip Pesan Soal Ancaman Inflasi
Rapat kabinet penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023/Net
Presiden Joko Widodo serahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 untuk Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar hadir langsung dalam penyerahan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12).

Presiden Jokowi pada kesempatan memberikan sejumlah arahan. Dalam arahannya, Presiden Jokowi meminta seluruh jajaran, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar mempercepat realisasi belanja APBN dan APBD.

Dia mengingatkan bahwa situasi ekonomi di dunia saat ini masih bergejolak. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk yang terbaik di dunia.

“Ini adalah kerja keras kita semuanya,” ujar Jokowi.

Saat ini, kata Jokowi, tingkat inflasi nasional masih cukup terkendali, yakni 5,8 persen. Angka ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan inflasi yang terjadi di berbagai negara di dunia yang bahkan mencapai di atas 10 persen hingga 75 persen.

Kinerja ekonomi Indonesia dinilai cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2022 sebesar 5,44 persen. Sedangkan pada kuartal ketiga mencapai 58 persen. Selain itu, Indonesia juga mengalami surplus perdagangan dunia selama 30 bulan berturut-turut.

Jokowi juga meminta kepala daerah memantau secara ketat pergerakan inflasi di daerah masing-masing. Hal itu mengingat inflasi tinggi menjadi momok semua negara.

"Untuk pemda, gubernur, bupati dan walikota, saya minta perhatikan dari waktu ke waktu, dari jam ke jam, pergerakan angka inflasi di daerah masing-masing. Ini penting sekali," tuturnya.

"Ini momok semua negara, inflasi. Sekali lagi, perhatikan pergerakan angka inflasi di daerah masing-masing," imbuhnya.

Jokowi juga mengungkapkan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2023 akan difokuskan pada 6 kebijakan. Pertama, penguatan kualitas SDM. Kedua, akselerasi reformasi sistem perlindungan sosial.

Kebijakan ketiga yakni melanjutkan pembangunan infrastruktur prioritas, khususnya infrastruktur pendukung transformasi ekonomi. Keempat, pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk di dalamnya adalah Ibu Kota Nusantara.

"Kelima, revitalisasi industri. Ini penting yaitu dengan terus mendorong hilirisasi. Keenam, pemantapan reformasi birokrasi dan penyerdehanaan regulasi," terangnya.

Fokus kebijakan tersebut, lanjutnya, membutuhkan pengawalan yang ketat di lapangan. Dia meminta pemerintah pusat serta daerah untuk mengendalikan perbelanjaan.

Adapun sebanyak 14 Kementerian dan Lembaga menerima secara simbolis DIPA mewakili 53 K/L yang ada. Khusus Kemendes PDTT pada tahun anggaran 2023 memperoleh pagu anggaran sebesar Rp 2,99 triliun.

ARTIKEL LAINNYA