Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Mendes Halim: Transmigrasi Tidak Bisa Lepas dari Semangat Spiritualitas

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Jumat, 02 Desember 2022, 20:55 WIB
Mendes Halim: Transmigrasi Tidak Bisa Lepas dari Semangat Spiritualitas
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-72/Ist
Program Transmigrasi tidak bisa dilepaskan dari semangat spiritualitas. Penguatan sisi spiritualitas ini akan memastikan jika program transmigrasi benar memberikan peluang kehidupan lebih baik bagi pesertanya.
 
Hal itu disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-72 yang digelar di Kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jakarta.

Tidak sekadar seremonial, HBT ke-72 tahun ini diisi beragam kegiatan termasuk Istighotsah kubro dan pengalangan dana bantuan untuk korban gempa di Cianjur.  

“Saya tentu bersyukur kegiatan ini HBT 2022 ini diisi dengan berbagai kegiatan positif termasuk pengajian dan Istighotsah kubro. Saya berharap bahwa kegiatan ini menguatkan kita sebagai bangsa yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi bencana dan musibah,” ujar pria yang karib disapa Gus Halim dalam keterangan tertulis, Jumat (2/12).

Istighotsah kubro ini dihadiri KH Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar), Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Kediri, Jawa Timur.

Gus Halim mengatakan kegiatan-kegiatan bernuansa spiritual di lingkungan Kemendes PDTT ini harus diperkuat. Menurutnya berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan Kemendes akan menguatkan sisi mental spiritual para pegawai dalam melaksanakan berbagai program percepatan pembangunan di Kawasan Transmigrasi.

"Momentum hari ini nantinya ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih terstruktur terkait mengaji di Kemendes yang sebenarnya sudah berjalan baik tinggal ditingkatkan saja,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Kautsar dalam tausiyahnya mengatakan, transmigrasi itu berkaitan dengan hijrah. Semangat tersebut sesuai dengan nilai-nilai Islam yang memerintahkan umat selalu bergerak lebih baik untuk kemudian bertumbuh lebih bermanfaat.

“Ada ajaran dari tokoh besar Islam Imam Syafi’i bahwa manusia itu tidak boleh nyaman di satu titik saja. Jika perlu harus berani meninggal zona nyaman untuk mencari kesempatan yang lebih baik termasuk di dalamnya kegiatan transmigrasi,” katanya.

Adapun selama pelaksanaan acara, digalang donasi untuk bencana gempa yang melanda Cianjur dan berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp 14 Juta.

ARTIKEL LAINNYA