Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

HUT PGRI, Presiden Jokowi Ungkap Kiat Menciptakan SDM Unggul

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Sabtu, 03 Desember 2022, 10:52 WIB
HUT PGRI, Presiden Jokowi Ungkap Kiat Menciptakan SDM Unggul
Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Semarang, Jawa Tengah/Net
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/12).

Dalam peringatan tersebut, turut dilaksanakan juga peringatan Hari Guru Nasional.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya, terima kasih atas kerja keras bapak ibu guru saat pandemi dan mengawal masa depan anak-anak kita dan masa depan bangsa dan negara," kata Presiden Jokowi mengawali pidatonya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi memaparkan beberapa komponen untuk menciptakan SDM unggul.

Pertama, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan keterampilan teknis yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Perkembangan perubahan zaman sangat cepat sekali. Satu ilmu kita pelajari sekarang, besoknya sudah keluar yang baru lagi, sehingga guru pun harus selalu meng-upgrade informasi," tutur Presiden Jokowi.

Guru, kata Presiden Jokowi, harus memiliki fleksibitas karena ilmu berkembang sangat cepat.

"Proses terpenting dalam pengajaran saat ini adalah agar anak memiliki daya kritis yang baik, sehingga fleksibilitas (pengajaran) diperlukan. Tidak kaku," lanjut Presiden.

Komponen kedua, yaitu mentalitas dan karakter. Sikap santun, jujur, dan budi pekerti yang baik dan mampu bergotong royong penting diberikan kepada anak-anak didik.

"Karakter yang pancasilais, moderat, dan toleran, yang tahu mengenai bhinneka tunggal ika, ini menjadi sebuah keharusan," tegas Jokowi.

Komponen lain adalah kesehatan jasmani. Guru, kata Presiden Jokowi, harus berperan aktif memantau kesehatan anak didik, pola hidup sehat juga harus dikenalkan sejak dini kepada anak didik.

"Jangan dilupakan masalah ini, Karena tidak ada gunanya berilmu, memiliki keterampilan yang tinggi kalau mentalnya tidak sehat, fisiknya tidak sehat. Percuma," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA