Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Menko Airlangga Yakin Indonesia Bisa Jadi Produsen Halal Terkemuka Dunia

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Sabtu, 10 Desember 2022, 10:21 WIB
Menko Airlangga Yakin Indonesia Bisa Jadi Produsen Halal Terkemuka Dunia
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Halal Industry Award 2022/Net
Ekonomi syariah telah menjadi agenda utama dalam upaya pemulihan ekonomi di berbagai negara. Ekonomi syariah dan industri halal juga telah dilihat sebagai sumber mesin pertumbuhan baru, baik di tingkat domestik maupun global.

Pun demikian dengan Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan jumlah umat muslim terbesar, Indonesia menjadi pasar yang sangat besar dalam sektor ekonomi syariah.

“Indonesia, sebagai rumah umat muslim terbesar penduduknya mempunyai pengeluaran umat muslim (untuk produk dan layanan halal) mencapai 184 miliar dolar AS di tahun 2020 dan diperkirakan pada tahun 2025 menjadi 281,6 miliar dolar AS," kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2022 di Jakarta, Jumat (9/12).

The State of the Global Islamic Economy Report 2022 mengungkapkan bahwa indikator ekonomi syariah Indonesia terus membaik. Indonesia berhasil menjadi peringkat ke-4 di dunia dan salah satu negara konsumen produk halal terbesar di dunia mencakup 11,34% dari pengeluaran halal global.

Di sektor makanan halal, Indonesia merupakan konsumen terbesar kedua di dunia, sementara di sektor kosmetik halal menjadi konsumen terbesar keempat di dunia.

Dengan besarnya potensi demografi, pemerintah akan mendorong masyarakat Indonesia untuk menggunakan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap produk halal buatan negeri sendiri.

Menko Airlangga juga menyambut baik kegiatan IHYA 2022 ini sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi tentang industri halal di Indonesia, sekaligus mengungkapkan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian atas upayanya dalam mengembangkan dan memberdayakan industri halal nasional.

“Kegiatan IHYA 2022 ini diharapkan bisa menjadi bentuk sosialisasi dan edukasi sekaligus sebagai pemicu dan pemacu industri dalam negeri," tandas Ketua Umum Partai Golkar ini.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA