Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Dirut dan Komut Pertamina Belum Dipecat, Erick Tak Mau Sakiti Hati Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Senin, 06 Maret 2023, 08:34 WIB
Dirut dan Komut Pertamina Belum Dipecat, Erick Tak Mau Sakiti Hati Jokowi
Hendri Satrio/Ist
rmol news logo Desakan mencopot Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, dan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mencuat, imbas kebakaran Depo di Plumpang, Jakarta Utara.

Pengamat politik Hendri Satrio berpendapat, pemecatan Dirut dan Komut Pertamina belum juga dilakukan, karena Menteri BUMN, Erick Thohir, takut sama Ahok.

"Iya ya, itu misteri ya, kenapa Erick Thohir enggak ambil tindakan tegas untuk Dirut Pertamina. Apakah Pak Erick takut sama Ahok? Atau tahu bahwa Pak Jokowi itu dekat sekali dengan Ahok?" Hendri Satrio balik bertanya pada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/3).

Menurutnya, Erick khawatir, jika memecat Ahok, keinginan politiknya di 2024 akan kandas. Akhirnya tidak mampu mengambil keputusan profesional untuk perusahaan BBM pelat merah itu.

"Dia (Erick) kan Seperti didukung presiden untuk jadi Wapres misalnya. Dia tidak ingin menyakiti hati Pak Jokowi, mungkin bisa gitu ya, ini misteri yang menarik, jadi kita tunggulah," tutupnya.

Seperti diketahui, kebakaran Depo milik Pertamina telah terjadi sebanyak enam kali di era kepemimpinan Dirut Nicke Widyawati.

Sebelum kejadian terakhir, Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara, juga pernah terbakar pada 18 Januari 2009.

Selanjutnya kebakaran Depo Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 18 Januari 2010.

Lalu kebakaran Kilang Minyak Unit IV di Cilacap, Jawa Tengah, pada 16 November 2021.

Ada juga kebakaran Depo Pertamina di Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat pada 14 Mei 2014, serta kebakaran di Kilang Minyak RU VI di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada 29 Maret 2021.rmol news logo article
EDITOR: ACHMAD RIZAL

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA